Setelah sekian lama saya gak menulis,akhirnya terbukalah pintu hidayah agar saya bisa menulis lagi.
Saya akui kemarin saya ngeblog hanya untuk memenuhi rasa penasaran saya untuk mencari penghasilan dari internet,bukan murni untuk meluapkan hobby menulis saya sejak kecil.
Saya menulis lagi semenjak saya melihat betapa kisruhnya negeri saya ini sekarang.
Betapa saya terperangah melihat kenyataan bahwa para pejabat-pejabat negeri ini telah begitu gampang nya menggoncangkan tatanan hukum dan kepercayaan dalam masyarakat.
Negeri ini bak berada diatas panggung sandiwara.
Penuh dengan hasut,fitnah,tuduh dan kepalsuan.
Para pejabat yang diharapkan rakyat untuk memakmurkan negeri ini malah berlomba-lomba untuk menghancurkan tiang kepercayaan rakyat.
Kpk dan polri yang menjadi ujung tombak dalam penegakan hukum di Indonesia malah saling jegal-menjegal,tuduh-menuduh yang membuat rakyat semakin bingung dengan kondisi negara ini.
Mana yang benar dan mana yang salah.
Inikah Indonesia yang kukenal dulu?.
Negara yang ramah tamah,berbudi pekerti luhur,dan penuh dengan cinta kasih.
Sekarang Indonesia telah berganti dengan negara yang penuh teror,kriminalitas tinggi,dan banyak lagi kejahatan lainnya.
Semua itu akibat dari para pejabat negara yang ingin mementingkan kepentinga pribadi dan golongan nya.
Betapa banyaknya rupiah yang seharusnya disalurkan kepada rakyat berpindah ke rekening-rekening gendut para pejabat.
Saya hanya seorang rakyat biasa yang perduli kepada bangsa ini.
Saya tau saya tak kan bisa merubah negeri ini sendirian.
Saya takkan bisa memutuskan rantai keterpurukan bangsa ini yang telah berurat akar.
Tetapi setidaknya saya akan memaksa diri saya sendiri untuk menolak segala macam korupsi kolusi dan nepotisme.
Karena sesungguhnya itulah yang menjadi akar permasalahan hancurnya negeri ini.
Senadainya saja dimulai dari saya dan diikuti oleh orang orang terdekat saya,oleh para pembaca blog saya dan menyebar keseluruh negeri ini.
Saya yakin negeri ini akan berubah menjadi lebih baik.
Karena tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum,kecuali mereka mengubah nasib mereka sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar