Kamis, 25 September 2014

Negeri setengah demokrasi

Hari ini rakyat berduka.
Hari ini kemerdekaan kami untuk memilih pemimpin telah direnggut bahkan dirampas oleh para aristokrat negeri ini.
Hari ini kami lihat bagaimana para negarawan yang kami cintai memainkan dramanya untuk merampas ke hidupan berdemokrasi kami.
Inikah negeri kami?
Inikah wakil rakyat kami?
Yang mengahalalkan segala cara untuk memenagkan ambisinya.
Kami memang hanya rakyat jelata.
Kami tak tau bernegara.
Tapi setidaknya beri kami kebebasan untuk memilih para pemimpin kami.
Jika kebebasan itu pun kalian rampas.
Maka tak ada lagi yang bisa kami banggakan sebagai warga negeri ini.
Warga negeri yang penuh demokrasi.
                                25september2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar